Selasa, 10 September 2013

Untuk Mu Ibu@

Dia bagai kan bagi keluarga kami. merengkuh aku, adikku, dan ibukku dari mkehidupan jalanan yang miskin dan nestapa.
memberikan makan kami dan berteduh di bawah jembatan yang menambah beban bumi yang sangat nestapa dengan kehidupan, memberikan kami sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
dia sungguh bagai malaikat bagi kami .memberikan kasih sayang, perhatian , dan tanpa teladan tampa mengharap budi sekalipun dia lelalah.
ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami , tak pantas maaf kan aku,ibu. perasan kagum,terpesona, atau entah lah itu namanya apa yang muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih panjang dan pendek.
sekarang, ketika aku tahu boleh jadi tidak pernah lebih dari seorang anak yang tidak tahu diri dan tidak ada arti, biarlah aku luluh ke bumi seperti sehelai daun......daun..... yang tidak pernah membeci angin kecil meski harus terenggutkan dari tangkai pohonya????????
ibu maaf kan aku yang sudah tak ada arti ini?????????

AKU ANAK MU YANG SELALU SAYANG MU??????